Nama : Dwiki
Renaldi
Kelas : 1TB06
NPM : 22313721
Masalah sosial adalah suatu kondisi yang dirumuskan atau dinyatakan oleh
suatu entitas yang berpengaruh yang mengancam nilai-nilai suatu masyarakat
sehingga berdampak kepada sebagian besar anggota masyarakat dan kondisi itu
diharapkan dapat diatasi melalui kegiatan bersama.
Sebagai makluk sosial, manusia tidak pernah bisa hidup seorang
diri. Di mana pun manusia memerlukan kerja sama dngan orang lain. Manusia
membentuk pengelompokan sosial diantara sesama dalam upaya mempertahankan
kehidupannya. Dalam kehidupan bersamanya itu manusia juga memerlukan adanya
organisasi, yaitu suatu jaringan informasi sosial antara sesama untuk
menciptakan ketertiban sosial. Interaksi-interaksi sosial itulah yang kemudian
melahirkan suatu yang dinamakan lingkungan sosial. Lingkungan sosial tersebut
sebagai tempat berlangsungnya bermacam-macam interaksi sosial antara anggota atau
kelompok masyarakat, yaitu suatu himpunan masyarakat yang memiliki kesadaran,
sedikit hiburan dan memiliki latar belakang yang sama
diantara anggota-anggotanya.
Dan untuk memudahkan mengamati masalah-masalah sosial, Stark (1975) membagi
masalah sosial menjadi 3 macam yaitu :
1.Konflik dan kesenjangan, seperti : kemiskinan, kesenjangan, konflik antar
kelompok, pelecehan seksual dan masalah lingkungan.
2.Perilaku menyimpang, seperti : kecanduan obat terlarang, gangguan mental,
kejahatan, kenakalan remaja dan kekerasan pergaulan.
3.Perkembangan manusia, seperti : masalah keluarga, usia lanjut, kependudukan
(seperti urbanisasi) dan kesehatan seksual.
Salah satu penyebab utama timbulnya masalah sosial adalah pemenuhan akan
kebutuhan hidup (Etzioni, 1976). Artinya jika seorang anggota masyarakat gagal
memenuhi kebutuhan hidupnya maka ia akan cenderung melakukan tindak kejahatan
dan kekerasan. Hal ini diperparah oleh peran media massa sekarang ini yang
mengalami sedikit perubahan, bukan lagi sebagai institusi yang memberi informasi
yang edukatif dan hiburan yang edukatif, akan tetapi lebih pada media yang
memberi informasi, hiburan dan edukasi yang kurang edukatif.
Kenyataan Komunikasi massa yang semakin terus berkembang semakin banyak
pula menimbulkan masalah-masalah sosial. Jadi, wajah ganda media massa menjadi
profil utama industri media massa saat ini karena disatu sisi ia menamakan diri
sebagai agen (agent of change) perubahan dalam pengertian yang sesungguhnya,
namun disisi lain ia juga sebagai agen perusak (agent of destroyer) dan pemicu
masalah-masalah social. Kenyataan bahwa media massa justru miskin dari fungsi
edukasi nilai-nilai kemanusiaan, media massa justru lebih banyak menjadi corong
provokasi nilai-nilai kehewanan, seperti, materialisme, hedonisme, seks,
konsumerisme, mistisme dan semacamnya yang semua itu menurut banyak kalangan
sebagai sumber pemicu berbagai persoalan social di masyarakat saat ini.
Maraknya demontrasi atau protes yang dilakukan oleh masyarakat berkaitan dengan
pornografi yang ada di media massaa, menunjukan bahwa media massa dengan
tayangan-tayangan merupakan pemicu dari masalah-masalah sosial yang ada di
masyarakat.
Meningkatnya kenakalan remaja, moral semakin menurun, semakin meningkatnya
kejahatan, merupakan masalah-maslah sosial yang harus mendapat perhatian dari
semua pihak. Dalam hal ini keterkaitan maslah-masalah sosial tersebut dengan
media sering disebut-sebut bahwa media massa harus turut bertanggung jawab
terhadap masalah sosial tersebut.
Berdasarkan penjelasan tersebut, masalah komunikasi dalam hal ini
pergeseran peran media massa memiliki pengaruh yang kuat terhadap terjadinya
masalah sosial di masyarakat, hal ini dapat dilihat dari indikator-indikator
sebagai berikut:
1. Media massa sekarang ini bukan saja dianggap sebagai media yang memberikan
informasi dan edukasi pada masayarakat, akan tetapi juga dianggap sebagai
pemicu dari masalah-masalah sosial yang ada di masayarakat.
2. Media massa dianggap sebagai pemicu atau pihak yang juga bertanggung
jawab dalam masalah-masalah sosial yaitu semakin meningkatnya kejahatan,
semakin menurunya moralitas, semakin tingginya kenalakan remaja adalah karena
tayangan-tayangan yang disampaikan oleh media massa.
Sebagai makluk sosial, manusia tidak pernah bisa hidup seorang
diri. Di mana pun manusia memerlukan kerja sama dngan orang lain. Manusia
membentuk pengelompokan sosial diantara sesama dalam upaya mempertahankan
kehidupannya. Dalam kehidupan bersamanya itu manusia juga memerlukan adanya
organisasi, yaitu suatu jaringan informasi sosial antara sesama untuk
menciptakan ketertiban sosial. Interaksi-interaksi sosial itulah yang kemudian
melahirkan suatu yang dinamakan lingkungan sosial. Lingkungan sosial tersebut
sebagai tempat berlangsungnya bermacam-macam interaksi sosial antara anggota atau
kelompok masyarakat, yaitu suatu himpunan masyarakat yang memiliki kesadaran,
sedikit hiburan dan memiliki latar belakang yang sama
diantara anggota-anggotanya.
Dari uraian permasalahan
sosial di atas, tampaklah bahwa permasalahan soaial tersebut perlu mendapatkan
perhatian serius dari pemerintah. Karna masyarakat sangat mengharapkan
perubahaan yang lebih baik di lingkungan sosial mereka. Untuk itu pemerintah
dan masyarakat harus bekerjasama berperan aktif dalam mengatasi setiap
permasalahan yang terjadi di lingkungan sosial.
Untuk mengatasi
masalah-masalah di lingkungan sosial itu, ada berbagai solusi untuk
mengatasinya. Contoh, pengangguran dan kemiskinan, pemerintah sudah membuat
PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri), tetapi masyarakat
masih saja belum sadar dan malas untuk mengikuti program tersebut, oleh karena
itu mereka harus dibina dan dibimbing agar mau untuk mencoba program tersebut.
Banyaknya anak yang putus sekolah, sehingga mereka menjadi anak jalanan, untuk
mengatasi solusi tersebut adalah dengan mendirikan suatu program pendidikan
sukarelawan yaitu mendirikan sekolah terbuka untuk mendidik anak-anak jalanan
yang putus sekolah. Memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya
hidup sehat. Solusi untuk mengatasi kenakalan remaja dan terjerumusnya ke dalam obat-obatan
ter larang, dapat dengan cara memberikan penyuluhan kepada mereka tentang
bahaya obat-obatan terlarang dan penyakit yang akan di timbulkannya.
Agar tidak memudarnya masyarakat adat, masyarakat desa yang pindah ke kota
harus tetap melestarikan kebudayaan-kebudayaan adat yang mereka miliki di
daerah asal mereka, agar kebudayaan adat mereka tidak pudar.
Kelas : 1TB06
NPM : 22313721
2.Perilaku menyimpang, seperti : kecanduan obat terlarang, gangguan mental, kejahatan, kenakalan remaja dan kekerasan pergaulan.
3.Perkembangan manusia, seperti : masalah keluarga, usia lanjut, kependudukan (seperti urbanisasi) dan kesehatan seksual.
1. Media massa sekarang ini bukan saja dianggap sebagai media yang memberikan informasi dan edukasi pada masayarakat, akan tetapi juga dianggap sebagai pemicu dari masalah-masalah sosial yang ada di masayarakat.
Untuk mengatasi masalah-masalah di lingkungan sosial itu, ada berbagai solusi untuk mengatasinya. Contoh, pengangguran dan kemiskinan, pemerintah sudah membuat PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri), tetapi masyarakat masih saja belum sadar dan malas untuk mengikuti program tersebut, oleh karena itu mereka harus dibina dan dibimbing agar mau untuk mencoba program tersebut. Banyaknya anak yang putus sekolah, sehingga mereka menjadi anak jalanan, untuk mengatasi solusi tersebut adalah dengan mendirikan suatu program pendidikan sukarelawan yaitu mendirikan sekolah terbuka untuk mendidik anak-anak jalanan yang putus sekolah. Memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya hidup sehat. Solusi untuk mengatasi kenakalan remaja dan terjerumusnya ke dalam obat-obatan ter larang, dapat dengan cara memberikan penyuluhan kepada mereka tentang bahaya obat-obatan terlarang dan penyakit yang akan di timbulkannya.
Agar tidak memudarnya masyarakat adat, masyarakat desa yang pindah ke kota harus tetap melestarikan kebudayaan-kebudayaan adat yang mereka miliki di daerah asal mereka, agar kebudayaan adat mereka tidak pudar.